Rabu, 04 Mei 2011

DAMPAK RADIASI NUKLIR TERHADAP MANUSIA

Inilah Dampak Radiasi Nuklir bagi Manusia


Komunikasi dengan warga yang dikarantina

JAKARTA
- Ledakan reaktor nuklir di Jepang, menyebabkan kekhawatiran yang luas mengenai dampaknya bagi manusia. Di Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bahkan berencana menyortir bahan makanan yang berasal dari Jepang. Seberapa bahayakah radiasi ini bagi manusia?

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan, bahaya dari radiasi ini sejatinya hanya bagi mereka yang terpapar di lokasi sekitar reaktor nuklir tersebut.

“Untuk kasus di Jepang, menurut WHO, who believes the public health risk is small. Tentu maksudnya bagi mereka yang tinggal tidak di dekat lokasi reaktor nuklir. Juga tidak ada rekomendasi khusus WHO tentang makanan dari Jepang dan lain-lain,” kata kepada okezone, Rabu (16/3/2011).

Dampak kesehatan yang dialami penduduk yang tinggal di sekitar reaktor nuklir, kata Tjandra, juga berbeda-beda tergantung jumlah dosis pemaparan radiasi, jangka waktu pemaparan, dan banyaknya bagian tubuh yang terkena radiasi.

Misalnya, dosis tunggal yang diberikan dalam waktu singkat bisa berakibat fatal. Tetapi dosis yang sama yang diberikan selama beberapa minggu atau beberapa bulan, bisa hanya menimbulkan efek yang ringan.

“Jadi jumlah dosis total dan kecepatan pemaparan menentukan efek radiasi terhadap bahan genetik pada sel,” ujarnya.

Tjandra menambahkan, sindroma radiasi akut juga bisa menyerang berbagai organ tubuh yang berbeda, seperti sindroma otak yang terjadi jika dosis total radiasi sangat tinggi yakni lebih dari 30 gray. ”Ini berakibat fatal,” katanya.

Gejala awalnya berupa mual dan muntah, lalu diikuti oleh lelah, ngantuk dan kadang koma. Gejala ini kemungkinan besar disebabkan oleh adanya peradangan pada otak. Beberapa jam kemudian akan timbul tremor (gemetar), kejang, tidak dapat berjalan, hingga menemui ajal.

Dampak berikutnya adalah sindroma saluran pencernaan akibat terjadi dosis total radiasi yang lebih rendah, yaitu 4 gray atau lebih. Gejalanya berupa mual hebat, muntah dan diare, yang menyebabkan dehidrasi berat.

Sindrom lainnya akibat dampak radiasi ini adalah sindroma hematopioetik, yang menyerang sumsum tulang, limpa dan kelenjar getah bening. Semuanya merupakan tempat pembentukan sel-sel darah yang utama.

“Sindroma ini terjadi jika dosis total mencapai 2-10 gray dan diawali dengan berkurangnya nafsu makan, apati, mual dan muntah. Gejala yang paling berat terjadi dalam waktu 6-12 jam setelah pemaparan dan akan menghilang dalam waktu 24-36 setelah pemaparan,” jelas dia.

Menurut Tjandra, dampak radiasi nuklir juga berakibat pada kekurangan sel darah putih yang seringkali menyebabkan terjadinya infeksi yang berat. “Jika dosis total lebih dari 6 gray, maka biasanya kelainan fungsi hematopoietik dan saluran pencernaan akan berakibat fatal,” tutupnya.

sumber
__________________
Dasar ceblong

Dalam kodok yang sehat ada kecebong yang kuat
Reply With Quote
  #2  
Old 22-03-2011, 09:36 AM
kodok cebol's Avatar
kodok cebol kodok cebol is offline
Lurah
Join Date: Feb 2011
Posts: 187
Rep Power: 1
kodok cebol will become famous soon enough
Default

Efek radiasi nuklir bagi Manusia


Energi merupakan sumber terbentunya kehidupan, energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. sekarang sedang hangatnya dibicarakan tentang bervbagai macam energi - energi alternatif dan terbarukan. apalagi setelah adanya tsunami dijepang tepatnya di fukushima yang mengakibatkan reaktor nuklir disana meledak dan katanya menurut sebuah sumber diakibatkan pendinginnya mati sehingga ruangannya tidak dapat menahan suhu dan tekanan yang semakin meningkat dan explosive. Sehingga dari reaktor nuklir tersebut memancarkan radiasi berupa hasil dari fisi uranium yang nantinya sangat mengganggu sekali bagi kesehatan

Nuklir merupakan energi alternatif yang layak untuk diperhitungkan, karena dengan nuklir salah satunya bisa digunakan untuk tenaga pembangkit listrik yang mana effisiensi biaya lebih murah jika dibandingkan memakai bahan bakar minyak. reaksi yang dapat menghasilkan energi nulir ada dua yakni reaksi fisi dan fusi, akan tetapi yang saat ini umum digunakan adalah reaksi fisi karena energi yang digunakan untuk pemisahan atom uranium or plutonium lebih kecil dibandingkan kalau memakai reaksi fusi.
Dampak yang nantinya diakibatkan jikalau reaktor nuklir meledak atau proses penanganannya tidak bagus sehingga mengakibatkan penyemaran lingkungan berupa zat radioaktif yaitu jenis zat yang ada di permukaan atau dalam gas, padat atau cair yang berbahaya bagi keberadaan tubuh manusia. Radioaktif berasal dari radionuklida (radioisotop), inti tidak stabil karena energi yang berlebihan.
Menurut sebuah situs setidaknya terdapat 7 efek yang yang dapat mengganggu (cacat) organ tubuh manusia apabila terkena zat radioaktif tersebut:
1. Rambut: Rambut akan hilang dengan cepat bila terkena radiasi pada kisaran 200 Rems atau lebih. Rems adalah satuan kekuatan radioaktif.

2. Otak: sel-sel otak tidak akan rusak langsung kecuali terkena radiasi sebesar 5000 Rems atau lebih. Seperti jantung, radiasi membunuh sel-sel syaraf dan pembuluh darah serta dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak.

3. Kelenjar Gondok: kelenjar tiroid sangat rentan terhadap yodium radioaktif. Dalam jumlah tertentu, yodium radioaktif dapat menghancurkan sebagian atau seluruh tiroid.

4. Sistem peredaran darah: ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 Rems, jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal adalah penyakit seperti flu. Menurut data ketika Nagasaki dan Hiroshima meledak, gejala akibat radiasi dapat berlangsung selama 10 tahun dan mungkin memiliki resiko jangka panjang seperti leukemia



5. Hati: ketika terkena radiasi berkekuatan 1000-5000 Rems, pembuluh darah akan rusak dan dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.

6. Gastrointestinal: radiasi dengan kekuatan 200 Rems akan menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran pencernaan dan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah.

7. Saluran Reproduksi: cukup dengan daya radiasi di bawah 200 Rems, maka Saluran Reproduksi manusia akan rusak. Dalam jangka panjang, korban radiasi akan mengalami infertilitas.



dari tanda - tanda itu pemerintah jepang telah memberikan dan memrrintahkan kepada seluruh warganya untuk segera keluar dari radius 20 km dari pusat ledakan nuklir tersebut.
__________________
Dasar ceblong

Dalam kodok yang sehat ada kecebong yang kuat
Reply With Quote
  #3  
Old 22-03-2011, 09:43 AM
kodok cebol's Avatar
kodok cebol kodok cebol is offline
Lurah
Join Date: Feb 2011
Posts: 187
Rep Power: 1
kodok cebol will become famous soon enough
Default

Begini Jadinya Jika Tubuh Manusia Kena Radiasi Nuklir


Bencana di Jepang memicu kekhawatiran akan adanya kebocoran reaktor nuklir seperti yang terjadi di Chernobyl tahun 1986. Dampak radiasi bermacam-macam, ada yang bisa dirasakan seketika dan ada yang baru muncul dalam jangka panjang.

Kebocoran reaktor nuklir terburuk dalam sejarah terjadi di Chernobyl, Ukraina pada April 1986. Selain memicu evakuasi ribuan warga di sekitar lokasi kejadian, dampak kesehatan masih dirasakan para korban hingga bertahun-tahun kemudian misalnya kanker, gangguan kardiovaskular dan bahkan kematian.

Secara alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun pejanan zat kimia berbahaya lainnya. Namun seperti dikutip dari Foxnews, Minggu (13/3/2011), radiasi pada tingkatan tertentu tidak bisa ditoleransi oleh tubuh dengan mekanisme tersebut.

Editor kesehatan dari Foxnews Health, Dr Manny Alvarez mengatakan ada 3 faktor yang mempengaruhi dampak radiasi nuklir. Ketiganya meliputi total radiasi yang dipejankan, seberapa dekat dengan sumber radiasi dan yang terakhir adalah seberapa lama korban terpejan oleh radiasi.

Ketiga faktor tersbeut akan menentukan dampak apa yang akan dirasakan para korban. Radiasi yang tinggi bisa langsung memicu dampak sesaat yang langsung bisa diketahui, sementara radiasi yang tidak disadari bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya.

Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain sebagai berikut.

1. Mual muntah
2. Diare
3. Sakit kepala
4. Demam.


Sementara itu, dampak yang baru muncul setelah terpapar radiasi nuklir selama beberapa hari di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Pusing, mata berkunang-kunang
2. Disorientasi atau bingung menentukan arah
3. Lemah, letih dan tampak lesu
4. Kerontokan rambut dan kebotakan
5. Muntah darah atau berak darah
6. Tekanan darah rendah
7. Luka susah sembuh.


Dampak kronis alias jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak diantisipasi hingga bertahun-tahun. Beberapa dampak mematikan akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang antara lain sebagai berikut.

1. Kanker
2. Penuaan dini
3. Gangguan sistem saraf dan reproduksi
4. Mutasi genetik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar